Panduan

Dialog Bahasa: Cara Asyik Belajar Bahasa Asing Langsung Praktek

Dialog bahasa adalah cara yang efektif untuk melatih keterampilan berbicara dan mendengarkan. Lewat obrolan langsung, kamu bisa belajar ngomong kayak orang lokal, paham slang, sekaligus mengenal budayanya.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

Sekelompok orang bersantai di teras
Pria mempresentasikan sesuatu kepada rekan-rekannya di ruang rapat kantor modern
kata 'belajar bahasa' dieja dengan ubin scrabble
Photo by Ling App on Unsplash
meja kayu dengan ubin scrabble membentuk "learn languages"
Photo by Ling App on Unsplash
dua wanita berdiri di depan papan tulis bertuliskan sesuatu
Photo by Walls.io on Unsplash
Sekelompok balon ucapan warna-warni di dinding kayu
kata 'bahasa' dieja dengan ubin scrabble di atas meja
Photo by Ling App on Unsplash
meja kayu dengan huruf scrabble membentuk "online languages"
Photo by Ling App on Unsplash
kata 'tips bahasa' dieja dengan ubin scrabble
Photo by Ling App on Unsplash
meja kayu dengan ubin scrabble yang membentuk kata "languages"
Photo by Ling App on Unsplash
dua wanita berdiri di depan papan tulis putih
Photo by Walls.io on Unsplash
pria berkemeja lengan panjang abu-abu berdiri di samping wanita berkemeja hitam
kotak hijau dengan balon ucapan putih
meja kayu dengan ponsel dan dua ubin scrabble
Photo by Ling App on Unsplash
tiga kertas kuning kusut di permukaan hijau dikelilingi kertas bergaris kuning
dua wanita sedang menulis di papan tulis putih
Photo by Walls.io on Unsplash
Tiga wanita tertawa dan mengobrol di meja
ubin scrabble mengeja 'cara mengucapkan' di permukaan kayu
Photo by Ling App on Unsplash
Dua wanita muda mengobrol di bangku taman.
Photo by David Clode on Unsplash
Buku terbuka di atas meja kayu

Antisipasi

Awalnya deg-degan banget mau ikutan komunitas bahasa. "Gimana kalau nanti salah ngomong? Dikira aneh gak ya?" pikirku. Tapi penasaran juga ingin mencoba berkomunikasi langsung dengan penutur asing. Sebelum berangkat, aku siapin dulu kata-kata dasar dan dengerin lagu-lagu Spanyol biar lidah nggak kaku. Meski masih gugup, semangatku buat bisa cas-cis-cus bahasa Spanyol bikin aku berani ambil langkah pertama.

Pendalaman

Pas sampai di tempat kopi yang rame, aku langsung disambut senyum ramah Maria dari Meksiko. Dia menyapa dengan Hola dan menanyakan kabarku. Aku langsung blank, baru ingat harus menjawab bahwa aku baik-baik saja dan menanyakan kabarnya juga. Kami janjian ngobrol 30 menit pake Spanyol, 30 menit pake Indonesia. Awalnya kikuk banget, apalagi waktu salah sebut "embarazada" yang artinya hamil, bukan malu! Tapi Maria baik banget, dia ngorekin pelan-pelan sambil ngasih contoh pengucapan yang bener. Aku juga jadi tau kalau di Meksiko nanya "¿qué onda?" itu kayak kita nanya "apa kabar?" di Indonesia.

Refleksi

Setelah sebulan rutin ketemu, aku sadar kemajuan yang kudapat nggak cuma dari segi bahasa. Aku jadi lebih percaya diri ngomong di depan orang, apalagi pas bisa ngobrol lancar dengan turis asing di tempat-tempat umum. Yang bikin betah, selain bisa belajar bahasa, aku juga dapet temen baru dari berbagai negara. Sekarang tiap hari Jumat selalu aku nanti-nantin buat ketemu komunitas bahasa. Siapa sangka, dari yang awalnya cuma iseng, sekarang malah jadi hobi baru yang bikin ketagihan!

Dibanding belajar teori, ngobrol langsung bikin kita lebih cepat ngerti cara ngomong yang bener. Lama-lama nggak perlu mikir dulu kalau mau ngomong.
Dengerin langsung cara ngomong native speaker bikin kita bisa niru logat dan intonasi yang bener. Jadi nggak kayak robot baca kamus lagi!
Bahasa tuh nggak cuma kata-kata doang. Lewat ngobrol, kita juga belajar gesture, ekspresi, dan kebiasaan orang aslinya.
Buku pelajaran jarang ngajarin bahasa sehari-hari. Nah, lewat ngobrol langsung, kita bisa belajar istilah-istilah kekinian yang dipake beneran sama native speaker.
Sering denger orang ngomong bikin kita makin jago nangkap kata-kata, meskipun aksennya beda-beda.
Siapa tau bisa dapet teman dari luar negeri, atau malah jodoh! Yang penting tetap waspada ya.
Nggak bosenin kayak belajar di kelas. Bisa sambil ngopi, jalan-jalan, atau bahkan main game bareng.
  1. Download aplikasi belajar bahasa kaya Tandem atau HelloTalk
  2. Buat profil yang menarik, tulis juga bahasa yang kamu kuasai
  3. Cari partner yang minatnya sama, misalnya sama-sama suka K-Pop atau sepakbola
  4. Atur jadwal ngobrol yang enak buat kalian berdua
  5. Siapin topik-topik ringan dulu, kayak hobi atau makanan favorit
  6. Jangan malu minta dikoreksi kalau salah ngomong
  7. Catat kata-kata baru biar nggak lupa
  • Niat dan semangat belajar
  • Modal nekat buat ngomong
  • Aplikasi meeting online seperti aplikasi panggilan video
  • Catatan kecil atau aplikasi notes di HP
  • Koneksi internet stabil
  • Headset biar suaranya jelas
  • Waktu luang minimal 1 jam per minggu

Tetap waspada ya kalau ketemu orang baru. Pilih tempat umum yang ramai untuk bertemu, jangan kasih data pribadi, dan percayalah pada instingmu kalau merasa tidak nyaman. Lebih baik cari teman ngobol lewat komunitas atau platform terpercaya seperti Komunitas Bahasa Ibu atau aplikasi pertukaran bahasa yang sudah terverifikasi.

Tergantung rajinnya kamu latihan. Kalau rutin ngobrol 2-3 kali seminggu, dalam 3 bulan biasanya udah bisa ngobrol santai. Tapi yang penting jangan malu ngomong meski masih belepotan!
Wajar kok awalnya malu! Ingat aja, partner-mu juga sedang belajar. Malah mereka biasanya seneng lho ngeliat kita semangat belajar. Salah itu wajar, yang penting berani mencoba!
Kalo mau yang ramah pemula, coba aplikasi pertukaran bahasa atau aplikasi belajar bahasa. Kalau udah agak lancar, bisa coba aplikasi bahasa lainnya. Tapi selalu baca review dulu ya, dan jangan lupa atur privasi akunmu.
Awal-awal 30 menit aja dulu biar nggak kewalahan. Kalau udah nyaman, bisa sampai 1 jam. Lebih baik sering-sering dengan durasi pendek daripada lama tapi jarang.
Santai aja! Minta tolong diulang pelan-pelan, atau minta ditulis. Bisa juga pake fitur terjemahan di aplikasi. Jangan sungkan bilang 'maaf, bisa diulang pelan-pelan?'
Dua-duanya ada untungnya. Satu partner bikin kamu lebih fokus, tapi banyak partner bikin kamu kenal berbagai aksen. Saran aku, coba dulu dengan satu partner, kalau udah nyaman baru coba cari partner lain.
Bisa banget! Chat juga termasuk latihan yang bagus. Tapi usahakan sesekali tetap ngobrol langsung biar latihan denger dan ngomongnya. Bisa dimulai dari voice note dulu kalau muka-muka masih malu.
Siapin dulu kalimat-kalimat dasar yang sering dipake. Tarik napas dulu sebelum mulai, ingat kalau partner-mu juga pernah jadi pemula. Kalau masih grogi, ngobrol sambil jalan-jalan virtual aja biar lebih rileks.
Bikin catatan kecil di HP atau buku khusus. Tulis kata-kata baru plus contoh kalimatnya. Bisa juga tempel sticky notes di kamar. Yang penting sering dibaca, nanti lama-lama bakal hafal sendiri.
Boleh aja, apalagi kalau sama-sama masih pemula. Tapi usahakan pelan-pelan mengurangi ketergantungan ke bahasa Inggris. Mulai dari kalimat pendek dulu, nanti tambah panjang sendiri.
Praktek, praktek, dan praktek! Nggak usah takut salah. Bisa juga sambil nyanyi lagu bahasa asing atau ngomong sendiri di depan kaca. Yang penting sering latihan mulut biar nggak kaku.
Sesuaikan sama jadwalmu. Kalau pagi sibuk, bisa malam sebelum tidur. Atau manfaatkan waktu istirahat siang. Yang penting konsisten, 15-30 menit sehari lebih baik daripada 3 jam tapi cuma sebulan sekali.

Mulai obrolan pertamamu sekarang