Panduan

Aerobik Air: Olahraga Menyenangkan di Air untuk Semua Usia

Aerobik air adalah olahraga menyenangkan yang menggabungkan gerakan aerobik dengan manfaat air. Cocok untuk yang ingin berolahraga santai sampai yang pengin bakar kalori lebih banyak.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

orang berenang di kolam renang
seseorang di kolam renang
tempat duduk kayu putih dan hijau di kolam renang
Sekelompok orang di kolam renang
diagram
foto perenang yang sedang bertanding
wanita baju renang putih berenang di air
wanita baju renang hitam
orang-orang melakukan peregangan di dalam ruang kolam
Photo by Nelka on Unsplash
wanita baju renang putih berenang di kolam pada siang hari
Wanita berenang di kolam dengan baju renang biru
Photo by Kalina O. on Unsplash
kolam renang dengan pagar besi panjang di sebelahnya
Photo by Artem Kniaz on Unsplash
kolam dengan seluncuran
pria berenang di kolam
Pria melompat ke kolam renang biru cerah.
Photo by Pau Gomez on Unsplash
orang berjalan di pantai pada siang hari
Photo by Kate Trifo on Unsplash
tiga perenang melompat ke kolam renang
Photo by dylan nolte on Unsplash
Kolam dengan seluncuran dan kursi santai.
Sekelompok orang sedang berenang di kolam
2 gadis di kolam renang pada siang hari

Antisipasi

Awalnya saya ragu ikut aerobik air. "Apa nggak malu ya, saya kan nggak bisa gerak lincah kayak yang di TV," pikir saya. Tapi teman kantor bilang, "Santai aja, di sini banyak yang awalnya kaku juga kok!" Akhirnya saya nekat daftar di kolam renang dekat rumah. Beli baju renang baru yang agak tertutup biar nyaman, plus handuk motif batik kesayangan.

Pendalaman

Begitu kaki menyentuh air yang sejuk, rasanya langsung segar. Instruktur yang ramah memandu dengan sabar. "Ayo Bu, ikuti gerakan saya!" katanya sambil tersenyum. Saya ikut mengayunkan tangan, merasakan hambatan air yang menyenangkan. Ada suara cipratan air yang berirama, ditambah musik dangdut yang bikin semangat. Bau kaporit yang khas malah bikin rileks. Saat melakukan gerakan mengayuh sepeda di air, perut saya terasa panas. "Wah, ternyata lumayan juga ya," batin saya.

Refleksi

Setelah 45 menit, badan terasa ringan tapi berenergi. Yang bikin senang, besoknya otot-otot tidak terlalu pegal seperti saat pertama kali lari pagi. Sekarang aerobik air jadi kegiatan favorit saya setiap Sabtu pagi. Selain bikin sehat, bisa ketemu teman-teman baru yang asyik. Siapa sangka, olahraga yang awalnya coba-coba malah jadi kegiatan yang dinanti-nanti!

Gerakan di air lebih ringan karena tubuh terasa lebih ringan, cocok untuk yang punya masalah sendi atau kelebihan berat badan.
Membantu melatih jantung dan paru-paru tanpa memberikan beban berlebihan pada tubuh.
Air memberikan hambatan alami yang membantu mengencangkan otot-otot seluruh tubuh.
Dalam satu jam bisa membakar 400-500 kalori, setara dengan lari santai tapi lebih menyenangkan.
Sering dijadikan terapi untuk pemulihan cedera karena minim risiko.
Gabungan olahraga, air, dan interaksi sosial bisa mengurangi stres dan meningkatkan mood.
Bisa diikuti berbagai kalangan, dari anak muda sampai lansia, bahkan ibu hamil sekalipun.
  1. Cari kolam renang terdekat yang ada kelas aerobik airnya
  2. Tanya jadwal kelas untuk pemula
  3. Datang 15 menit lebih awal untuk berkenalan dengan instruktur
  4. Mulai dengan intensitas ringan, 1-2 kali seminggu
  5. Perhatikan gerakan dasar dulu, kecepatan bisa menyusul
  6. Jangan malu bertanya kalau ada yang kurang jelas
  7. Nikmati prosesnya, jangan terburu-buru
  • Baju renang yang nyaman dan sopan
  • Handuk
  • Kacamata renang (kalau perlu)
  • Topi renang untuk yang berjilbab
  • Kepercayaan diri untuk mencoba hal baru
  • Izin dokter (khusus yang punya kondisi medis)
  • Keanggotaan kolam renang atau pusat kebugaran

Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter jika punya riwayat penyakit tertentu. Gunakan alas kaki anti slip di pinggir kolam. Tetap minum air putih meski tidak haus. Hentikan jika merasa pusing atau tidak nyaman. Cocok untuk semua umur, termasuk lansia dan ibu hamil (dengan izin dokter).

Tidak perlu bisa berenang. Aerobik air dilakukan di area yang bisa berdiri dengan kepala tetap di atas air.
Cukup bawa baju renang, handuk, dan air minum. Kacamata renang dan topi bisa dibawa kalau perlu.
Untuk pemula, 2-3 kali seminggu cukup. Kalau sudah terbiasa bisa ditingkatkan frekuensinya.
Justru bagus karena air membantu menopang tubuh. Tapi sebaiknya konsultasi dulu ke dokter ya.
Bisa banget! Sekarang sudah banyak jilbab renang yang nyaman dipakai berolahraga.
Biasanya 45-60 menit, termasuk pemanasan dan pendinginan.
Kalau aerobik air fokusnya pada gerakan di tempat dengan musik, sementara berenang lebih ke berpindah tempat.
Boleh, tapi beri jarak minimal 1-2 jam. Lebih baik makan makanan ringan seperti pisang atau roti.
Aman, asal dapat izin dari dokter kandungan dulu. Banyak kok kelas khusus ibu hamil.
Bisa, apalagi kalau diimbangi pola makan sehat. Dalam sebulan bisa terlihat hasilnya.
Dari remaja sampai lansia bisa ikut. Biasanya ada pembagian kelas berdasarkan usia.
Badan terasa lebih ringan dan segar. Besoknya mungkin agak pegal, tapi itu tanda otot sedang beradaptasi.

Yuk, rasakan keseruan aerobik air dan dapatkan tubuh yang lebih sehat!