Panduan

Serunya Bermain Frisbee: Panduan Lengkap untuk Pemula di Indonesia

Aktivitas seru di luar ruangan dengan melempar dan menangkap piringan terbang, dapat dimainkan secara santai maupun kompetitif bersama teman-teman.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

sekawanan burung terbang di atas taman hijau yang rimbun
orang berbaju putih dan celana hitam berdiri di lapangan rumput hijau di bawah langit biru
Photo by Tina Cason on Unsplash
Peralatan gym dengan pohon di belakangnya.
Photo by Yanping Ma on Unsplash
bangku taman hijau di tengah taman
gadis berbaju lengan panjang putih bermain gelembung di dekat pepohonan hijau di siang hari
Photo by Bruce Hong on Unsplash
pohon-pohon gundul di bawah langit biru di siang hari
seseorang menerbangkan layang-layang
sekawanan burung terbang di atas taman hijau yang rimbun
layang-layang terbang tinggi di langit
payung biru dan hijau di lapangan rumput hijau di siang hari
orang-orang berjalan di lapangan rumput hijau pada siang hari
Photo by billow926 on Unsplash
burung hitam terbang di atas pepohonan hijau di siang hari
Photo by Raychan on Unsplash
sekelompok orang bermain frisbee di taman
Seekor burung terbang di langit saat matahari terbenam
seekor burung terbang tinggi di langit
Photo by Meera N. on Unsplash
seekor burung terbang di langit
Photo by Iryna Ka on Unsplash
sekawanan burung terbang di atas bangku taman
wanita berbaju jaket hitam berjalan di trotoar di siang hari
seekor burung yang sedang bertengger di tempat makan burung
tampilan udara dari meja biru dengan bendera di atasnya

Antisipasi

Awalnya saya sangat penasaran sama permainan frisbee yang sering saya lihat di sebuah lapangan terbuka. Setelah menonton beberapa video tutorial di internet, akhirnya saya memutuskan untuk beli piringan frisbee yang ringan dengan harga terjangkau di toko olahraga dekat rumah. Saya membayangkan bisa melempar piringan dengan keren seperti pemain profesional di TV.

Sebelum main, saya mencari tahu terlebih dahulu teknik dasarnya lewat video-video di internet. Saya pilih hari Minggu pagi untuk coba pertama kali, biar ada banyak orang yang bisa diajak main. Saya merasa gugup dan khawatir tidak berhasil. Namun, semangat untuk mencoba hal baru lebih besar dari rasa takut tersebut.

Pendalaman

Begitu piringan meluncur dari tangan saya untuk pertama kalinya, rasanya seperti melepaskan burung merpati. Angin pagi yang sejuk membawa piringan itu melayang dengan anggun, sementara sinar matahari pagi menyorotinya dengan indah. Suara desiran piringan yang khas bercampur dengan suara tawa riang anak-anak di sekitar. Bau rumput segar yang baru disiram tercium jelas.

Ada momen seru ketika piringan hampir nyungsep ke tanah, tapi dengan gaya ala pemain bola saya berhasil menyelamatkannya tepat sebelum menyentuh tanah. Beberapa orang yang lewat terlihat tersenyum sambil mengangguk setuju. Perlahan saya mulai paham ritme permainan ini - kapan harus melempar dengan ayunan lebar untuk jarak jauh, kapan cukup dengan sentuhan halus dari pergelangan tangan.

Refleksi

Setelah dua jam bermain, badan terasa lelah namun hati merasa sangat senang. Keringat mengucur deras tapi rasa puasnya luar biasa. Saya baru sadar kalau ternyata melempar piringan itu seperti metafora hidup - butuh keberanian untuk melepas, fokus untuk mengarahkan, dan kesabaran untuk menunggu saat yang tepat.

Yang menambah semangat, saya jadi kenal dengan beberapa orang baru di lapangan itu. Bahkan ada yang mengajak untuk bergabung dengan komunitas frisbee akhir pekan. Kini, setiap kali melihat langit biru, rasanya pengin segera ke lapangan dan melempar piringan lagi. Siapa sangka, dari selembar piringan plastik bisa membawa kebahagiaan sebesar ini.

Saat mengikuti pergerakan piringan di udara, otak kita terlatih untuk fokus dan memperkirakan jarak dengan tepat, kemampuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Bermain frisbee secara teratur dapat membantu membakar kalori dan meningkatkan kebugaran tubuh, tapi terasa lebih menyenangkan karena sambil bermain.
Bermain frisbee seringkali menjadi ajang kumpul-kumpul yang asyik, mempererat ikatan pertemanan sambil berolahraga bersama.
Aktivitas di luar ruangan sambil tertawa bersama teman-teman terbukti efektif menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh.
Gerakan melempar dan menangkap melatih koordinasi mata-tangan dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Bermain dalam tim mengajarkan pentingnya komunikasi, kerja sama, dan sportivitas.
Tubuh menjadi lebih aktif bergerak tanpa terasa seperti berolahraga berat, cocok untuk yang tidak suka olahraga konvensional.
  1. Cari piringan frisbee yang cocok untuk pemula (biasanya terbuat dari plastik fleksibel dengan bobot ringan)
  2. Pilih lokasi yang tepat: lapangan berumput yang luas, jauh dari jalan raya dan keramaian
  3. Pelajari cara memegang yang benar: posisikan jari-jari dengan nyaman di sekitar tepi piringan
  4. Mulai dengan teknik lempar dasar (backhand): ayunkan lengan dengan gerakan yang halus
  5. Berlatih menangkap dengan kedua tangan
  6. Cari teman atau komunitas untuk berlatih bersama, bisa melalui platform digital atau aplikasi olahraga
  7. Ikuti event atau turnamen frisbee untuk menambah pengalaman dan kenalan baru
  • Piringan frisbee standar
  • Lapangan berumput yang cukup luas
  • Sepatu olahraga dengan sol karet untuk cengkeraman maksimal
  • Pakaian katun yang menyerap keringat
  • Botol minum isi ulang
  • Teman bermain (minimal 1 orang, lebih seru 4-6 orang)
  • Cuaca yang mendukung dengan angin yang tidak terlalu kencang
  • Handuk kecil dan baju ganti

Gunakan piringan khusus untuk pemula yang bahannya tidak keras. Hindari melempar ke arah wajah dan kepala. Pastikan area bermain bebas dari batu dan genangan air. Gunakan tabir surya dengan perlindungan yang memadai dan topi saat bermain siang hari. Tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup.

Dengan biaya terjangkau kamu sudah bisa mendapatkan piringan frisbee berkualitas. Tidak perlu biaya sewa lapangan karena bisa dimainkan di tempat umum.
Banyak kota besar sudah memiliki komunitas frisbee. Kamu bisa mencari informasinya di media sosial.
Bisa saja dengan cara melempar ke dinding atau target tertentu, tapi tentu lebih seru kalau dimainkan beramai-ramai minimal berdua.
Coba perbaiki cara memegang dan melempar. Pastikan pergelangan tangan tetap kaku saat melempar dan ikuti gerakan yang halus. Latihan membuat sempurna!
Kamu bisa ikut komunitas terlebih dahulu, biasanya mereka rutin mengadakan latihan bersama dan pertandingan persahabatan. Setelah cukup mahir, bisa ikut turnamen lokal.
Untuk pemula, fokus dulu pada teknik backhand yang paling dasar. Setelah mahir, baru pelajari teknik forehand dan overhead throw.
Dengan latihan rutin 1-2 kali seminggu, dalam sebulan kamu sudah bisa menguasai teknik dasar dengan cukup baik.
Sebaiknya tunda dulu bermain saat hujan karena piringan menjadi licin dan sulit dikendalikan. Manfaatkan waktu untuk mempelajari teori dan teknik melalui video.
Tidak ada! Frisbee bisa dimainkan oleh anak-anak sampai lansia, yang penting disesuaikan intensitas permainannya.
Simpan di tempat yang sejuk dan kering, jangan terkena sinar matahari langsung dalam waktu lama, dan bersihkan dengan lap lembab jika kotor.
Kesalahan umum termasuk melempar terlalu keras, posisi badan yang kaku, dan tidak memperhatikan arah angin. Santai saja, nikmati proses belajarnya!
Untuk menangkap piringan yang tinggi, posisikan diri di bawah lintasan piringan, buka kedua tangan lebar, dan tangkap dengan kedua telapak tangan seperti menjepit. Jangan lupa tekuk lutut untuk menahan benturan.

Rasakan keseruan bermain lempar piringan bersama teman-teman