Panduan

Manfaat Mengamati Keindahan Alam untuk Kesehatan Jiwa dan Raga

Aktivitas sederhana yang membawa ketenangan melalui pengamatan mendalam terhadap keindahan alam, mulai dari gerakan dedaunan hingga kehidupan satwa liar.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

batang pohon berlubang
batu yang seimbang di atas batu berlumut di hutan
Photo by Kouji Tsuru on Unsplash
batang pohon berlubang
burung hantu bertengger di bukit berlumut
Photo by Erik Karits on Unsplash
Kepala beruang tertanam di kulit pohon
seorang duduk di atas batu memandangi danau
foto fokus dangkal patung Buddha Gautama
Seorang wanita menikmati udara segar di hutan.
foto sudut tinggi pohon-pohon layu di siang hari
Melihat ke atas melalui batang bambu hijau yang tinggi ke arah langit
burung hitam putih di tangan seseorang
foto sudut rendah pepohonan hijau di siang hari
Close up dinding yang ditutupi lumut
melihat ke atas ke pepohonan dan langit biru
Photo by David Young on Unsplash
melihat ke puncak pohon-pohon tinggi
Close up daun-daun di atas tunggul pohon
batu berlumut di hutan
sekumpulan pohon tinggi yang berjejer
pohon tinggi dengan lumut di batangnya
burung hitam di atas batu abu-abu di siang hari

Antisipasi

Aku selalu penasaran dengan kebiasaan nenek yang dulu sering duduk di beranda sambil memandangi kebun. Aku bertanya-tanya apa yang menarik dari mengamati daun-daun bergoyang. Setelah membaca tentang shinrin-yoku dari Jepang dan tradisi ngopi sambat di kalangan warga lokal, aku memutuskan untuk mencobanya. Aku memilih Taman Suropati di pagi buta, membawa tikar anyaman dan buku catatan kecil. Hati berdebar penuh tanda tanya, akankah aku bisa merasakan apa yang dirasakan nenek dulu?

Pendalaman

Begitu duduk di bawah rindangnya pohon beringin tua, indraku perlahan terbangun. Kupandangi dedaunan yang melambai-lambai ditiup angin sepoi-sepoi, seperti tarian alam yang memesona. Kicauan burung kutilang dan jalak saling bersahutan bak orkestra alam. Aroma tanah basah setelah hujan semalam bercampur dengan wangi bunga kamboja yang baru mekar. Kulitku merasakan semilir angin yang membelai lembut, membawa butir-butir embun pagi. Seekor kupu-kupu sayap burung raksasa hinggap di bunga sepatu di hadapanku, sayapnya yang berwarna coklat kemerahan tampak berkilauan terkena sinar matahari pagi yang menembus dedaunan.

Refleksi

Tanpa terasa, dua jam sudah berlalu. Aku bangkit dengan perasaan yang jauh lebih ringan, seperti beban pikiran yang menguap terbawa angin. Kini aku mengerti mengapa nenek selalu terlihat tenang setelah duduk di beranda. Bukan sekadar melihat, tapi benar-benar hadir dan menyatu dengan alam sekitar. Kegiatan sederhana ini memberiku lebih dari sekadar relaksasi, tapi juga pengingat bahwa kebahagiaan sesungguhnya seringkali datang dari hal-hal kecil di sekitar kita. Sejak saat itu, mengamati alam menjadi ritual pagi yang tak pernah kulewatkan, warisan berharga dari sang nenek yang kini kuhargai.

Berdasarkan berbagai penelitian, mengamati alam dapat membantu mengurangi kadar hormon stres kortisol, membantu menenangkan pikiran yang gelisah dan meningkatkan perasaan tenang.
Berada di alam dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, membantu otak untuk beristirahat dari rutinitas dan menemukan ide-ide segar.
Paparan sinar matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian tubuh, yang dapat meningkatkan kualitas tidur dan membuat tidur lebih nyenyak.
Kegiatan ini merangsang produksi hormon bahagia seperti serotonin dan endorfin, menciptakan perasaan tenang dan bahagia yang bertahan lama.
Mengamati alam melatih kita untuk lebih hadir di momen saat ini, mengembangkan mindfulness yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini membantu kita lebih menghargai alam dan memahami pentingnya pelestarian lingkungan hidup di sekitar kita.
Menghabiskan waktu di alam dapat membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung, serta bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.
  1. Pilih waktu yang tepat, idealnya pagi hari (pukul 06.00-09.00) atau sore hari (pukul 15.00-17.00)
  2. Temukan tempat yang tenang dengan pemandangan alam yang menenangkan, seperti taman kota atau tepi sawah
  3. Matikan notifikasi ponsel atau setel ke mode senyap untuk mengurangi gangguan
  4. Duduk dengan nyaman dan ambil napas dalam-dalam 3-5 kali untuk menenangkan pikiran
  5. Mulailah dengan mengamati hal-hal kecil di sekitar Anda, seperti gerakan daun atau kicauan burung
  6. Fokuskan perhatian pada satu objek atau suara alam yang menarik perhatian Anda
  7. Luangkan waktu minimal 15-20 menit untuk benar-benar merasakan manfaatnya
  • Lokasi alam terbuka (taman kota, hutan kota, area persawahan)
  • Alas duduk atau kursi lipat yang nyaman
  • Buku catatan kecil dan pulpen (opsional)
  • Air minum dan topi untuk perlindungan matahari
  • Ponsel dengan baterai penuh untuk keadaan darurat
  • Pakaian yang nyaman dan sesuai cuaca
  • Pikiran yang terbuka dan kesabaran

Pilih lokasi yang aman dan nyaman. Gunakan tabir surya dan pakaian yang sesuai. Waspadai hewan liar dan kondisi cuaca. Hindari lokasi terpencil sendirian. Bawa air minum yang cukup dan pastikan menginformasikan rencana kegiatan kepada keluarga/teman.

Efek relaksasi bisa dirasakan dalam 5-10 menit pertama. Namun, untuk manfaat yang lebih mendalam seperti penurunan stres yang signifikan, disarankan melakukan aktivitas ini minimal 20-30 menit setiap sesi.
Sangat wajar jika pikiran mengembara. Saat menyadarinya, cukup tarik napas dalam dan dengan lembut kembalikan perhatian pada apa yang Anda lihat, dengar, atau rasakan di sekitar Anda. Ini adalah bagian dari proses melatih fokus dan kesadaran.
Tidak perlu peralatan mahal. Cukup bawa alas duduk yang nyaman, air minum, dan pakaian yang sesuai cuaca. Buku catatan bisa membantu untuk mencatat pengamatan atau pemikiran yang muncul selama sesi.
Tentu! Manfaatkan taman kota, balkon yang ditanami tanaman, atau bahkan sudut rumah dengan pemandangan ke luar jendela. Banyak taman kota yang bisa menjadi pilihan yang baik di berbagai lokasi.
Mengamati alam melibatkan kesadaran penuh (mindfulness) terhadap lingkungan sekitar, sambil melepaskan pikiran yang mengganggu. Ini berbeda dengan sekadar duduk sambil memikirkan hal lain atau bermain ponsel.
Anda bisa melakukannya di teras rumah yang teduh, balkon, atau dekat jendela yang menghadap ke taman. Jika hujan, dengar dan amati hujan dari tempat yang nyaman juga bisa menjadi pengalaman yang menenangkan.
Anda bisa mencoba teknik 4-7-8: tarik napas melalui hidung selama 4 hitungan, tahan selama 7 hitungan, dan buang melalui mulut selama 8 hitungan. Namun, bernapas secara alami dan rileks juga sudah cukup.
Sangat bisa! Ini adalah aktivitas yang bagus untuk melatih kesabaran dan kepekaan anak. Anda bisa membuatnya menyenangkan dengan permainan sederhana seperti 'siapa yang bisa menemukan warna atau bentuk tertentu di alam sekitar'.
Gunakan losion anti nyamuk alami berbahan sereh atau minyak kayu putih yang aman untuk kulit. Kenakan pakaian lengan panjang berwarna terang. Pilih waktu pagi hari saat serangga belum terlalu aktif.
Idealnya setiap hari, meski hanya 10-15 menit. Konsistensi lebih penting daripada durasi. Temukan waktu yang tepat dalam jadwal harian Anda, misalnya sebelum memulai aktivitas atau saat istirahat siang.
Awalnya lebih baik tanpa musik untuk melatih indra pendengaran alami. Tapi jika ingin, pilih musik instrumental yang tenang atau suara alam yang lembut. Beberapa platform musik menyediakan playlist dengan suara alam yang menenangkan.
Banyak tempat yang menawarkan keindahan alam. Untuk pemula, bisa dimulai dari taman kota terdekat. Untuk pengalaman lebih mendalam, kunjungi kawasan konservasi atau taman nasional terdekat. Ingatlah bahwa keindahan alam juga bisa ditemukan di sekitar rumah kita.

Rasakan kedamaian dengan mengamati keindahan alam di sekitarmu