Panduan

Panduan Lengkap Penerjemahan Sastra untuk Pemula

Penerjemahan sastra adalah seni mengalihbahasakan karya sastra dari satu bahasa ke bahasa lain sambil mempertahankan keindahan, nuansa, dan makna asli karya tersebut. Aktivitas ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang kedua bahasa dan budaya yang terlibat.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

buku merah muda dengan sampul merah dan latar belakang putih
Buku-buku di rak kayu coklat
Buku kuning hijau dan merah
close up buku terbuka dengan tulisan
deretan buku dengan tulisan Asia
sebuah balok kayu bertuliskan terjemahan
Photo by Ling App on Unsplash
buku terbuka di sebelah earphone di permukaan putih
Photo by Jenny Smith on Unsplash
Tampilan dekat buku dengan halaman terbuka
Teks
sekelompok buku di rak
buku biru dan putih
Photo by Marjan Blan on Unsplash
buku terbuka dengan teks
Teks
close up buku terbuka di atas meja
tumpukan buku terbuka yang ditumpuk
close-up buku terbuka dengan teks
close up buku terbuka di atas meja
Teks
close-up buku terbuka dengan teks
close up buku terbuka di atas meja

Antisipasi

Sejak kecil, aku selalu terpesona dengan kekuatan kata-kata. Saat pertama kali memutuskan untuk mencoba menerjemahkan cerpen berbahasa asing, perasaanku campur aduk antara semangat dan keraguan. Aku membeli kamus tebal dan buku tulis baru khusus untuk proyek ini. "Bisakah aku benar-benar menangkap keindahan cerita aslinya?" tanyaku dalam hati sambil membuka halaman pertama cerita yang akan kuterjemahkan.

Pendalaman

Proses menerjemahkan ternyata seperti menyelam ke dalam lautan kata-kata. Setiap kalimat adalah tantangan baru yang membutuhkan ketelitian dan kreativitas. Aku menemukan bahwa menerjemahkan bukan sekadar mengganti kata per kata, tetapi menangkap jiwa dari teks aslinya. Saat menemukan idiom atau permainan kata yang sulit, rasanya seperti memecahkan teka-teki yang memuaskan ketika berhasil menemukan padanan yang tepat dalam bahasa Indonesia.

Refleksi

Setelah berhari-hari bekerja, akhirnya terjemahanku selesai. Membaca ulang hasil kerja kerasku, aku menyadari bahwa penerjemahan sastra adalah bentuk apresiasi yang mendalam terhadap sebuah karya. Aku tidak hanya belajar tentang bahasa, tetapi juga tentang cara berpikir dan merasakan yang berbeda. Pengalaman ini memberiku penghargaan baru terhadap karya sastra dan keterampilan berbahasa.

Membawa karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia memperkaya khazanah sastra lokal dan membuka jendela budaya baru bagi pembaca.
Proses penerjemahan membantu memahami perbedaan budaya dan menemukan titik temu antarbahasa.
Menerjemahkan sastra melatih kepekaan berbahasa dan memperkaya kosakata dalam bahasa sumber maupun target.
Membantu melestarikan dan menyebarluaskan karya-karya klasik lintas generasi dan negara.
Menemukan padanan yang tepat untuk ungkapan khas membutuhkan kreativitas dan pemikiran mendalam.
Memahami kompleksitas di balik terjemahan meningkatkan apresiasi terhadap karya sastra asli maupun terjemahan.
Keterampilan menerjemahkan sastra dapat membuka peluang karir di dunia penerbitan dan sastra.
  1. Pilih karya sastra pendek seperti cerpen atau puisi yang sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa Anda
  2. Baca keseluruhan teks asli beberapa kali untuk memahami konteks dan nuansanya
  3. Buat terjemahan kasar (draft) tanpa terlalu khawatir dengan keindahan bahasa
  4. Perbaiki terjemahan dengan fokus pada keakuratan makna dan keindahan bahasa
  5. Mintalah pendapat dari pembaca atau rekan yang berpengalaman dalam sastra
  6. Sempurnakan terjemahan berdasarkan masukan yang diterima
  7. Bandingkan dengan terjemahan resmi (jika ada) untuk belajar dari para profesional
  • Penguasaan bahasa sumber dan bahasa target yang baik
  • Pemahaman mendalam tentang budaya asal dan budaya sasaran
  • Kamus dan referensi bahasa yang memadai
  • Kemampuan menulis yang baik dalam bahasa target
  • Kesabaran dan ketelitian dalam bekerja
  • Waktu yang cukup untuk proses penerjemahan dan penyuntingan
  • Akses ke karya asli yang akan diterjemahkan (yang sudah bebas hak cipta atau dengan izin)

Penerjemahan sastra membutuhkan kepekaan budaya dan pemahaman mendalam tentang hak cipta. Pastikan untuk selalu menghormati hak kekayaan intelektual dan mendapatkan izin yang diperlukan sebelum menerbitkan terjemahan.

Waktu yang dibutuhkan sangat bervariasi tergantung pada panjang dan kompleksitas teks, pengalaman penerjemah, serta ketersediaan referensi. Sebagai perkiraan kasar, menerjemahkan novel standar (300-400 halaman) bisa memakan waktu 3-6 bulan kerja penuh waktu.
Tantangan terbesar adalah mempertahankan nuansa, gaya bahasa, dan emosi asli penulis sambil membuatnya terdengar alami dalam bahasa target. Permainan kata, idiom budaya spesifik, dan referensi lokal seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Ya, sangat penting untuk memastikan bahwa karya yang akan Anda terjemahkan sudah bebas hak cipta (biasanya 70 tahun setelah penulis meninggal) atau mendapatkan izin tertulis dari pemegang hak cipta sebelum mempublikasikan terjemahan Anda.
Pilihlah karya yang benar-benar Anda pahami dan nikmati, karena proses penerjemahan membutuhkan waktu yang lama. Pertimbangkan juga relevansi karya tersebut dengan pembaca Indonesia dan ketersediaan terjemahan yang sudah ada.
Sangat penting! Memahami konteks budaya membantu menangkap nuansa dan makna yang mungkin tidak langsung terlihat dari teks. Pengetahuan tentang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya asal sangat membantu dalam menghasilkan terjemahan yang akurat.
Beberapa pendekatan yang bisa digunakan: 1) Mencari padanan terdekat dalam bahasa Indonesia, 2) Menerjemahkan secara deskriptif, 3) Mempertahankan istilah asli dengan catatan kaki penjelas, atau 4) Menggunakan istilah asing yang sudah dikenal dengan penyesuaian ejaan.
Tidak, penerjemah harus setia pada naskah asli. Tugas penerjemah adalah menyampaikan maksud penulis seakurat mungkin dalam bahasa target, bukan mengubah isi cerita. Perubahan hanya boleh dilakukan untuk penyesuaian kebahasaan yang tidak mengubah makna.
Beberapa cara untuk meningkatkan kualitas terjemahan: banyak membaca karya sastra dalam kedua bahasa, bergabung dengan komunitas penerjemah, meminta masukan dari pembaca, terus memperkaya kosakata, dan mempelajari teori penerjemahan sastra.
Meskipun tidak mutlak, latar belakang sastra sangat membantu karena memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang gaya, struktur, dan teknik sastra. Namun yang terpenting adalah penguasaan bahasa yang sangat baik dan kemampuan menulis yang memadai.
Gaya bahasa sebaiknya mengikuti gaya penulis asli. Jika penulis menggunakan bahasa yang puitis, terjemahan sebaiknya juga mencerminkan hal tersebut. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam menerjemahkan karya tersebut.
Penerjemahan sastra lebih menekankan pada aspek estetika, gaya bahasa, dan pemertahanan nuansa karya asli, sementara penerjemahan biasa (seperti dokumen teknis) lebih berfokus pada keakuratan informasi. Penerjemahan sastra membutuhkan kreativitas yang lebih tinggi.
Penting untuk tetap setia pada niat penulis, tetapi perlu dipertimbangkan konteks budaya pembaca. Kadang diperlukan catatan penerjemah untuk menjelaskan konteks tertentu. Untuk konten yang sangat sensitif, diskusikan dengan penerbit atau penyunting untuk menentukan pendekatan terbaik.

Mulai petualangan linguistik Anda dengan menerjemahkan karya sastra favorit!