Panduan

Desain Web untuk Pemula: Panduan Lengkap Bikin Website Keren

Seni merancang tampilan dan nuansa website yang bikin betah pengunjung, dengan fokus pada kemudahan penggunaan dan pengalaman pengguna yang memuaskan

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

layar komputer dengan banyak kode pemrograman
Wanita berkacamata sedang mengetik di laptop.
Photo by Sigmund on Unsplash
Tangan sedang mengetik di keyboard dengan layar komputer.
Wanita bekerja di depan komputer di kantor.
Photo by Sigmund on Unsplash
monitor komputer layar datar hitam
Pria bertopi baseball sedang bekerja di depan komputer
Photo by Sigmund on Unsplash
Wanita sedang mengetik kode di laptop.
Wanita sedang mengetik kode di laptop.
Layar komputer menampilkan kode dengan pencahayaan neon.
Layar komputer menampilkan baris-baris kode
sebuah komputer dengan keyboard dan mouse
Photo by Growtika on Unsplash
komputer di atas meja
Photo by Growtika on Unsplash
Teks
layar komputer dengan keyboard dan kotak bergambar logo
Photo by Growtika on Unsplash
iMac perak di atas meja kayu cokelat
MacBook Pro yang menyala
logo
komputer yang terletak di atas meja
laptop diletakkan di atas meja
Photo by Tai Bui on Unsplash
laptop yang menyala
Photo by Ivan Shilov on Unsplash

Antisipasi

Awalnya saya penasaran banget gimana sih caranya bikin website yang keren-keren itu. Setiap buka berbagai situs e-commerce populer, saya selalu kagum sama tampilannya yang rapi dan interaktif. Akhirnya saya putusin buat coba belajar desain web. Modal nekat aja, padahal nggak punya basic desain sama sekali. Siapin laptop yang udah berdebu di lemari, mengunduh perangkat lunak desain, dan siap-siap berpetualang di dunia baru.

Waktu itu sempat mikir, Saya sempat meragukan kemampuan saya karena keterampilan menggambar saya yang biasa saja. Namun, teman saya meyakinkan bahwa desain web tidak mengharuskan seseorang jago menggambar, melainkan yang terpenting adalah memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.

Pendalaman

Awal-awal bingung banget waktu buka Figma. Tapi setelah nonton tutorial di YouTube, pelan-pelan mulai ngerti. Sumpah, rasanya seneng banget pas pertama kali berhasil bikin tombol yang bisa berubah warna waktu di-hover! Kayak dapet kekuatan super gitu, haha.

Sampai lupa makan siang waktu lagi asyik ngatur tata letak. Suara keyboard berderak-derak, kipas laptop yang mendengung kencang, ditambah secangkir kopi tubruk yang udah dingin di samping. Saking asyiknya, baru sadar mata perih karena kelamaan nge-stare ke layar. Tapi beneran worth it liat hasilnya!

Yang paling seru tuh waktu coba bikin desain yang responsive. Awalnya pusing tujuh keliling, tapi pas udah bisa dan liat desainnya bisa menyesuaikan di berbagai ukuran layar, rasanya pengen teriak-teriak seneng!

Refleksi

Setelah selesai bikin desain website portofolio sederhana, saya baru ngeh kalo desain web itu seperti membuat masakan tradisional. Bahan dasarnya sama, tapi hasilnya bisa beda-beda tergantung bumbu dan penyajiannya. Yang penting itu bukan cuma cantik, tapi juga enak dipandang dan mudah dinikmati.

Sekarang tiap buka website, mata saya langsung ngecek tata letak, warna, dan interaksinya. Bahkan temen-temen sampa bingung, "Kok lu bisa liat website jelek dari jauh?" Haha, namanya juga udah kena 'penyakit' desainer!

Yang paling berharga, skill ini bener-bener berguna banget. Dari cuma iseng belajar, sekarang malah bisa bantu usaha temen bikin toko online. Siapa sangka hobi bisa jadi peluang, ya?

Website yang profesional bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan secara signifikan. Di era digital seperti sekarang, bisnis tanpa website dianggap kurang kredibel.
Dengan desain yang baik, pengunjung betah berlama-lama di website Anda. Ini bisa menurunkan bounce rate dan meningkatkan konversi.
Tata letak yang rapi dan tombol CTA yang strategis bisa meningkatkan penjualan secara signifikan. Pengunjung lebih mudah menemukan apa yang mereka cari.
Sebagian besar pengguna internet mengakses via mobile. Desain responsif memastikan website tampil sempurna di semua perangkat.
Struktur website yang rapi dan konten berkualitas membantu mesin pencari memahami konten Anda, sehingga ranking di Google bisa lebih baik.
Desain yang unik membantu brand Anda lebih mudah diingat. Di tengah persaingan bisnis online yang ketat, ini bisa menjadi pembeda utama.
Dengan struktur yang baik, update konten jadi lebih mudah dan hemat biaya. Anda bisa menyesuaikan konten sesuai kebutuhan tanpa harus mengubah seluruh desain.
  1. Tonton tutorial dasar desain web di YouTube atau platform belajar seperti Skill Academy
  2. Unduh dan install Figma (gratis) atau Adobe XD (versi trial)
  3. Ikuti kursus online dasar-dasar UI/UX design (banyak yang gratis di Internet)
  4. Buat akun Behance atau Dribbble untuk melihat referensi desain
  5. Bergabunglah dengan grup Facebook/Telegram komunitas desainer Indonesia
  6. Mulai buat proyek sederhana, misalnya desain landing page untuk toko online
  7. Minta feedback ke teman atau di forum komunitas
  8. Terus berlatih dengan membuat berbagai macam desain website
  9. Buat portofolio online untuk memamerkan karya-karyamu
  10. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan terus belajar dari kesalahan
  • Perangkat komputer dengan spesifikasi standar
  • Koneksi internet stabil
  • Software desain seperti Figma (gratis) atau Adobe XD
  • Browser terbaru (Chrome/Firefox/Edge)
  • Akses ke platform belajar online (YouTube, Skill Academy, dll)
  • Akun media sosial untuk bergabung dengan komunitas desainer
  • Waktu luang minimal 5 jam per minggu untuk belajar

Pastikan selalu menghargai hak cipta dan menggunakan aset yang bebas royalti. Gunakan gambar dan font berlisensi atau gratis. Hati-hati saat berbagi informasi pribadi di internet. Untuk pengguna dengan keterbatasan penglihatan, pastikan kontras warna yang cukup dan ukuran teks yang mudah dibaca.

Dengan belajar rutin 5-10 jam per minggu, dalam 3 bulan kamu udah bisa bikin desain website sederhana. Tapi untuk benar-benar jago, perlu waktu bertahun-tahun dan terus belajar tren terbaru. Yang penting konsisten aja!
Gak harus! Banyak web designer sukses yang gak jago gambar. Yang penting ngerti dasar-dasar desain seperti tata letak, tipografi, dan warna. Kalau butuh ilustrasi, bisa cari yang ready-made di internet.
Untuk pemula, Aplikasi desain berbasis web adalah pilihan terbaik karena gratis dan mudah dipelajari. Kalau udah mahir, bisa coba aplikasi desain profesional lainnya. Jangan lupa juga belajar tools pendukung seperti aplikasi desain grafis untuk bikin grafis sederhana.
Nggak wajib, tapi sangat disarankan untuk paham dasar HTML & CSS. Ini bakal bantu kamu berkomunikasi lebih baik dengan developer dan bikin desain yang lebih realistis.
Mulai dari 2-3 warna utama dulu. Bisa pake tools seperti Coolors atau Adobe Color. Jangan lupa perhatikan kontras agar mudah dibaca. Tips dari saya, lihat website-website keren terus ambil inspirasi palet warnanya.
UI (User Interface) itu fokus ke tampilan visual, sementara UX (User Experience) lebih ke pengalaman pengguna secara keseluruhan. Contoh gampangnya, UI itu kayak desain interior restoran, sedangkan UX itu pengalaman dari masuk sampai pesan makanan.
Bisa mulai dengan modal Rp 0, lho! Banyak banget sumber belajar gratis di internet. Kalau mau yang lebih terstruktur, bisa ikut kursus online mulai dari ratusan ribu rupiah. Yang penting punya laptop dan koneksi internet aja udah bisa mulai.
Daripada banyak-banyak tapi asal, mending fokus ke 3-5 proyek terbaik. Bisa dimulai dari redesign website yang sudah ada, atau bikin proyek fiktif. Jangan lupa sertakan proses berpikir di balik setiap keputusan desain.
Mulai dari yang kecil dulu, misalnya bantu temen atau keluarga bikin website. Bisa juga ikut platform freelance seperti platform freelancer. Jangan malu promosiin karya di media sosial, siapa tau ada yang tertarik!
Pertama, kebanyakan pakai font dan warna. Kedua, lupa perhatikan spacing. Ketiga, desain cuma buat laptop aja, gak mikirin mobile. Keempat, lupa perhatikan kecepatan loading. Kelima, gak pernah minta feedback ke orang lain.
Pertama, pastikan kontras warnanya cukup (jangan kuning di atas putih). Kedua, ukuran teks minimal 16px. Ketiga, beri teks alternatif untuk gambar. Keempat, pastikan bisa dinavigasi pake keyboard. Kelima, desain yang responsif biar enak dibuka di HP.
Beberapa tren terkini: dark mode, animasi halus, desain minimalis, glassmorphism, dan 3D elements. Tapi ingat, tren datang dan pergi. Yang paling penting adalah desain yang sesuai kebutuhan pengguna, bukan sekalan ikutin tren doang.

Mulailah Membuat Website Pertama Anda Sekarang Juga!