Panduan

Panduan Lengkap Memanggang untuk Pemula | Resep Kekinian

Jelajahi dunia memanggang dari nol sampai mahir, mulai dari roti sederhana sampai kue istimewa dengan bahan-bahan lokal Indonesia.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

roti cokelat di atas nampan perak
Photo by Conor Brown on Unsplash
pria mengenakan kaus polo putih
Photo by DDP on Unsplash
toko roti dengan ban berjalan penuh donat
Photo by Juno Jo on Unsplash
Seorang di dapur sedang menyiapkan makanan di meja
Photo by Stephen Han on Unsplash
Roti yang baru dipanggang di rak pendingin.
sepotong roti di atas wajan
Seorang yang sedang menguleni adonan di atas meja
Photo by Stephen Han on Unsplash
roti di atas nampan plastik putih
Photo by Nathon Oski on Unsplash
roti cokelat di atas meja kayu cokelat
sepotong roti sedang ditaburi tepung
etalse penuh dengan berbagai kue kering
Photo by Inna Safa on Unsplash
Beberapa donat di dalam oven
keranjang berisi beberapa potong roti
roti cokelat di lemari kayu cokelat
Photo by Clark Young on Unsplash
adonan cokelat di atas meja putih
Sepotong roti di atas wajan
roti cokelat di nampan perak
meja kayu dengan banyak donat di atasnya
sepotong roti di atas rak pendingin
Photo by Rebekah Vos on Unsplash
Sepotong roti di dalam oven

Antisipasi

Aku selalu terpikat aroma wangi roti yang baru keluar oven setiap lewat toko kue. Suatu sore, sambil menyeruput teh hangat, aku memutuskan untuk mencoba bikin roti sendiri. Setelah menonton beberapa tutorial, kubeli bahan-bahan sederhana di warung dekat rumah: tepung terigu protein tinggi, ragi instan, dan mentega. Aku membayangkan betapa bangganya nanti bisa kasih kejutan roti buatanku untuk keluarga.

Pendalaman

Tangan penuh dengan adonan yang lengket, aku mencoba menguleni seperti yang diajarkan di video. Aroma ragi yang segar bercampur dengan wangi kayu manis dari dapur tetangga. Suara adonan yang "plop-plop" saat kulempar ke meja kayu jati favoritku. Aku sempat panik saat adonan terasa terlalu lembek, tapi setelah kutanami dengan sabar sambil sesekali menambahkan tepung, akhirnya adonan itu berubah mulus dan elastis. Rasanya seperti main lilin waktu kecil!

Refleksi

Hasil roti pertamaku jauh dari sempurna - agak gosong di bawah dan kurang mengembang. Tapi saat keluarga mencobanya sambil tersenyum, rasanya luar biasa! Sekarang, setiap akhir pekan aku selalu menyisihkan waktu untuk bereksperimen dengan resep baru. Dari yang awalnya cuma bisa bikin roti gosong, sekarang aku sudah berani coba bikin kue lapis dan bolu kukus. Memanggang bukan cuma hobi, tapi juga jadi cara aku melepas penat setelah seminggu kerja.

Dari adonan sederhana bisa jadi berbagai macam kue dan roti, cocok buat yang suka bereksperimen di dapur.
Bisa bikin kue sendiri itu praktis banget, apalagi kalau ada acara mendadak atau pengen ngemil tengah malam.
Kita bisa kontrol bahan-bahannya, jadi lebih sehat dan irit dibanding beli di luar.
Aktifitas menguleni adonan itu bikin rileks, apalagi kalau sambil denger musik kesukaan.
Banyak yang sukses buka usaha kue rumahan modalnya dari hobi memanggang.
Seru banget kalau ngajak anak-anak atau adik bikin kue bersama, jadi quality time yang menyenangkan.
Dengan mempelajari resep-resep tradisional, kita ikut melestarikan warisan kuliner Indonesia.
  1. Siapkan semua bahan dan peralatan di meja dapur agar tidak perlu bolak-balik mengambil barang.
  2. Mulai dari resep sederhana terlebih dahulu, misalnya bolu kukus atau roti tawar.
  3. Ukur bahan menggunakan timbangan, jangan hanya menggunakan perkiraan.
  4. Ikuti langkah-langkahnya dengan teliti, jangan terburu-buru.
  5. Jangan takut gagal, namanya juga belajar. Yang penting berani coba dulu!
  6. Catat tiap percobaan, jadi tahu apa yang perlu diperbaiki.
  7. Gabung grup baking di media sosial buat sharing pengalaman dan tips.
  • Oven atau kompor dengan oven tangkring
  • Peralatan dasar memanggang seperti mangkuk dan spatula
  • Bahan dasar seperti tepung, ragi, gula, dan mentega
  • Loyang anti lengkap atau dialasi kertas roti
  • Tepung terigu protein tinggi
  • Ragi instan atau ragi segar
  • Gula pasir dan garam halus
  • Mentega atau margarin

Hati-hati dengan permukaan oven yang panas, selalu gunakan sarung tangan oven. Jauhkan anak-anak dari peralatan panas. Perhatikan suhu dan waktu memanggang sesuai resep. Untuk penderita alergi, bisa gunakan alternatif tepung bebas gluten.

Pastikan ragi masih aktif dengan mencampurkannya dengan air hangat dan sedikit gula, kemudian tunggu hingga muncul buih.
Tusuk pakai lidi bersih, kalau keluar bersih berarti sudah matang. Bisa juga ditekan pakai jari, kalau kembali ke bentuk semula berarti sudah pas.
Bisa digunakan sebagai pengganti, namun akan menghasilkan tekstur yang berbeda. Mentega memberikan aroma yang lebih harum, sedangkan margarin menghasilkan tekstur yang lebih lembut. Sesuaikan dengan preferensi Anda.
Sekitar 10-15 menit sampai adonan kalis dan elastis. Kalau pakai mixer, cukup 5-7 menit dengan kecepatan sedang.
Bisa karena adonan terlalu banyak diaduk, suhu oven kurang panas, atau takaran bahannya nggak pas. Coba ikuti resep dengan telat ya.
Simpan dalam wadah kedap udara. Kalau mau tahan lama, bungkus rapat pakas plastik wrap baru masukin kulkas.
Tepung protein tinggi (seperti Cakra Kembar) bagus buat roti karena glutennya banyak. Kalau protein rendah (seperti Segitiga) cocoknya buat kue yang lembut.
Mungkin adonannya kurang mengembang atau terlalu lama dipanggang. Jangan lupa proofing sampai mengembang dua kali lipat sebelum dipanggang.
Bisa banget! Simpan di kulkas semalaman, besok pagi keluarkan dan diamkan sampai suhu ruang baru dipanggang. Rasanya malah lebih enak!
Pakai susu bubuk atau kentang rebus yang dihaluskan dalam adonan. Jangan lupa proofing sampai benar-benar mengembang ya.
Semprotkan air ke dalam oven saat awal pemanggangan, atau taruh loyang berisi air di rak bawah oven.
Suhu ovennya mungkin terlalu tinggi. Coba turunkan suhunya 10-15 derajat dan tutup permukaan kue dengan alumunium foil.

Yuk, mulai petualangan memanggangmu sekarang