Panduan

Permainan Kartu Tradisional Indonesia: Ragam dan Cara Bermain

Jelajahi kekayaan permainan kartu tradisional Indonesia yang tak hanya menghibur tapi juga melatih ketangkasan berpikir. Dari Cangkulan hingga Gaple, setiap permainan menawarkan tantangan unik dan keseruan yang tak terlupakan.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

Kotak Cardistry hijau di permukaan kayu cokelat
Photo by Gui Avelar on Unsplash
Kartu remi 9 hati dan ratu keriting
Photo by Gui Avelar on Unsplash
Kotak hijau
Photo by Gui Avelar on Unsplash
Buku Hudson
Photo by Gui Avelar on Unsplash
Buku Free Mason dalam foto fokus selektif
Photo by Gui Avelar on Unsplash
Kartu remi bergambar anjing dan kucing
Photo by Donna Brown on Unsplash
Pin "save ferris" di atas tumpukan kartu remi
Photo by Donna Brown on Unsplash
Dua kartu as sekop ditampilkan dengan mencolok
Photo by Donna Brown on Unsplash
buku hitam putih di atas meja kayu cokelat
Kain bermotif bintang hitam dan merah
Buku hitam putih bergambar bunga di atas meja kayu cokelat
Papan bermotif bintang dan bulan hitam putih
Kartu remi hitam putih di atas meja kayu cokelat
Kartu remi hitam putih di atas meja kayu cokelat
Close-up beberapa kartu
Meja dengan kartu dan minuman
Kotak hitam putih di atas meja kayu cokelat
Seseorang memegang kartu remi di tangan
Kartu remi jack wajik
Papan catur hitam putih di atas meja kayu cokelat

Antisipasi

Sejak kecil, saya selalu terpesona dengan permainan kartu yang sering dimainkan di warung-warung kopi. Suatu sore, saya memutuskan untuk belajar Cangkulan, permainan kartu khas Jawa yang terkenal rumit tapi mengasyikkan. Saya membeli setumpuk kartu remi di warung dekat rumah dan mulai mempelajari aturan dasarnya. Semakin saya baca, semakin tidak sabar rasanya ingin segera mempraktikkannya.

Pendalaman

Suasana warung kopi yang hangat dengan aroma kopi tubruk yang khas menemani permainan pertama saya. Suara kartu yang dikocok dan dibagikan berirama dengan tawa riang para pemain. Saya merasakan telapak tangan yang sedikit berkeringat saat memegang kartu-kartu yang baru saja dibagikan. Aroma khas tembakau dan kopi bercampur dengan suara gemericik hujan di atap seng menciptakan atmosfer yang sulit dilupakan. Rasanya seperti menjadi bagian dari tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.

Refleksi

Setelah beberapa kali bermain, saya menyadari bahwa permainan kartu tradisional bukan sekadar hiburan semata. Setiap gerakan dan strategi ternyata mengandung filosofi hidup yang dalam. Kini, setiap kali berkumpul dengan keluarga, permainan kartu selalu menjadi pilihan utama untuk mengisi waktu luang sambil melestarikan warisan budaya yang berharga ini.

Setiap permainan kartu tradisional mengandung nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang perlu dilestarikan.
Permainan kartu melatih kemampuan berpikir strategis, berhitung cepat, dan mengambil keputusan tepat.
Menjadi sarana berkumpul yang menyenangkan untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga dan teman.
Bermain kartu dapat menjadi sarana relaksasi yang efektif setelah seharian beraktivitas.
Setiap daerah di Indonesia memiliki permainan kartu khasnya masing-masing yang mencerminkan kekayaan budaya nusantara.
Melatih kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, dan bekerja sama dengan pemain lain.
Dapat dinikmati oleh berbagai kalangan usia, dari anak-anak hingga lansia.
  1. Pilih permainan kartu tradisional yang ingin dipelajari (misalnya Cangkulan, Gaple, atau Kwartet).
  2. Pelajari aturan dasar permainan melalui sumber terpercaya atau tanyakan pada yang berpengalaman.
  3. Siapkan perlengkapan yang dibutuhkan seperti kartu remi dan tempat yang nyaman untuk bermain.
  4. Ajak teman atau keluarga untuk bergabung, sesuaikan jumlah pemain dengan aturan permainan.
  5. Mulailah dengan permainan sederhana terlebih dahulu sebelum mencoba varian yang lebih kompleks.
  6. Catat pengalaman bermain dan pelajari strategi baru untuk meningkatkan kemampuan.
  7. Jadwalkan waktu rutin untuk bermain agar semakin mahir dan menikmati manfaatnya.
  • Satu set kartu remi standar (bisa didapatkan di toko mainan atau warung terdekat)
  • 2-6 orang pemain (tergantung jenis permainan)
  • Meja atau alas datar untuk bermain
  • Waktu luang minimal 1 jam
  • Pemahaman dasar aturan permainan yang akan dimainkan
  • Sikap sportif dan siap menerima kekalahan
  • Minuman dan camilan ringan untuk menemani permainan

Pastikan bermain dengan santai dan bertanggung jawab. Hindari penggunaan uang asli dalam permainan. Perhatikan durasi bermain agar tidak mengganggu aktivitas penting. Pastikan permainan tetap menyenangkan untuk semua pemain.

Beberapa permainan kartu tradisional populer di Indonesia antara lain Cangkulan (Jawa), Gaple (Jawa), Kwartet, dan Remi Tepuk. Setiap daerah juga memiliki variasi permainannya masing-masing.
Untuk memahami dasar-dasar Cangkulan dibutuhkan waktu sekitar 1-2 jam. Namun, untuk benar-benar menguasai strateginya, diperlukan latihan rutin selama beberapa minggu.
Ya, permainan seperti Kwartet atau Remi Tepuk sangat cocok untuk anak-anak karena aturannya sederhana dan menggunakan gambar-gambar yang menarik.
Pastikan semua pemain memahami aturan dengan jelas di awal permainan. Gunakan sistem rotasi pembagian kartu dan pastikan tidak ada kecurangan yang terjadi.
Selain sebagai hiburan, bermain kartu tradisional dapat membantu menjaga kesehatan otak, mengurangi risiko demensia, sekaligus menjadi sarana bersosialisasi yang menyenangkan di usia lanjut.
Ini hal yang wajar. Sebelum bermain, diskusikan dan sepakati aturan yang akan digunakan bersama semua pemain untuk menghindari kesalahpahaman.
Anda bisa membeli penggantinya di toko mainan terdekat. Sebagai alternatif, beberapa permainan tradisional bisa dimainkan dengan kartu biasa yang diberi tanda khusus.
Mulailah dengan permainan sederhana, ceritakan sejarah dan filosofi di balik permainan, buat suasana menyenangkan, dan beri apresiasi atas setiap kemajuan yang dicapai.
Beberapa permainan kartu tradisional seperti Cangkulan kadang diadakan dalam acara festival budaya atau perlombaan tingkat daerah.
Simpan kartu di tempat yang kering dan sejuk, cuci tangan sebelum bermain, dan hindari menekuk atau melipat kartu secara berlebihan. Sebaiknya gunakan alas permainan yang halus.
Beberapa etika penting antara lain: tidak curang, tidak mengintip kartu lawan, tidak mengeluh saat kalah, dan menghormati lawan main dengan tidak mengejek atau merendahkan.
Ya, setiap permainan kartu tradisional biasanya mengandung nilai-nilai kehidupan seperti kesabaran, kejujuran, kerja sama, dan strategi yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ayo mainkan permainan kartu tradisional dan rasakan serunya kebersamaan ala Indonesia!