Panduan

Gaya Hidup Berkelanjutan: Langkah Mudah Mulai dari Rumah

Gaya hidup berkelanjutan adalah upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui perubahan pola konsumsi dan kebiasaan sehari-hari. Dengan langkah kecil yang konsisten, kita bisa menciptakan perubahan besar untuk masa depan yang lebih baik.

Diterbitkan pada Terakhir diperbarui pada

Pengantar Visual

pagar dengan jam di atasnya
Photo by Hoang Ngo on Unsplash
turbin angin di ladang bunga kuning di bawah awan putih dan langit biru di siang hari
deretan sepatu bot hujan berisi tanaman
Photo by Ravin Rau on Unsplash
toples kaca cokelat dan hitam di atas piring keramik putih
Photo by Lidia Vi on Unsplash
Taman yang dipenuhi banyak tanaman hijau
tumbuhan berdaun hijau di siang hari
Photo by Ian Halac on Unsplash
sekumpulan daun hijau
beberapa ekor domba berbaring di atas hamparan rumput hijau yang subur
deretan bangunan yang ditutupi tanaman rambat di jalanan berbatu
semangka potong di atas meja kayu hitam
rumah bata dengan tanaman pot di depannya
Photo by Tony Xavier on Unsplash
seorang pria berdiri di atas struktur melingkar yang dikelilingi pepohonan
Photo by Wasis Riyan on Unsplash
Halaman yang dipenuhi tanaman dengan pot-pot dan bangunan yang berantakan.
Photo by - Kenny on Unsplash
tumbuhan hijau di pot anyaman cokelat
Photo by Sanni Sahil on Unsplash
beberapa bunga dandelion di atas hamparan rumput hijau yang subur
close up daun hijau di pohon
pria sedang memancing di sungai
Photo by Neil Dsouza on Unsplash
sekumpulan pohon
Photo by SJ 📸 on Unsplash
daun berwarna merah muda dan hijau di dinding putih
Photo by Mick Haupt on Unsplash
tumbuhan berdaun hijau
Photo by Kate P on Unsplash

Antisipasi

Dulu, bayangan hidup tanpa kantong plastik seperti mimpi di siang bolong. Tapi saat melihat sampah plastik menumpuk di kali dekat rumah, hati saya terpanggil untuk berubah. Saya mulai dengan niat sederhana: 'Sedikit demi sedikit, asal konsisten.' Awalnya ragu, bisakah saya yang terbiasa praktis ini berubah? Tapi tekad sudah bulat, saya akan mencoba.

Pendalaman

Pasar tradisional pagi itu ramai dengan aroma rempah-rempah segar. "Nggak usah plastiknya, Bu," ucap saya sambil mengeluarkan kantong belanjaan kain bermotif batik pemberian ibu. Dinginnya tomat segar di telapak tangan terasa lebih bermakna. "Wah, anak muda jaman sekarang sudah melek lingkungan ya?" ujar Bu Siti, penjual sayur langganan sambil tersenyum. Rasanya ada kepuasan tersendiri saat menolak sedotan plastik di warung kopi, mesupun sempat dapat tatapan aneh.

Refleksi

Satu bulan kemudian, saya tersadar betapa kebiasaan kecil bisa membawa perubahan besar. Tidak hanya kantong plastik yang berkurang, tapi juga pengeluaran bulanan. Yang paling berharga, tetangga mulai mencontoh. Kini, 'ngirit plastik' bukan lagi beban, tapi gaya hidup yang membuat hati lebih tenang. Seperti kata pepatah, 'Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit' - dan bukit itulah yang akan kita wariskan untuk anak cucu nanti.

Dengan mengurangi sampah plastik, kita bisa menyelamatkan ribuan hewan laut yang mati karena memakan plastik setiap tahunnya.
Mengurangi waktu mandi 5 menit saja bisa menghemat hingga 100 liter air per minggu.
Dengan berjalan kaki atau bersepeda untuk jarak dekat, kita mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor.
Menggunakan barang yang bisa dipakai berulang kali bisa menghemat pengeluaran hingga jutaan rupiah per tahun.
Dengan membeli produk lokal, kita mengurangi jejak karbon dari transportasi sekaligus mendukung usaha kecil menengah.
Mengurangi bahan kimia berbahaya dari produk sekali pakai membuat udara dan air di rumah lebih sehat.
Setiap aksi kecil kita hari ini adalah investasi untuk masa depan bumi yang lebih baik.
  1. Mulai bawa tas belanja sendiri ke mana pun pergi
  2. Ganti botol minum sekali pakai dengan tumbler kesayangan
  3. Pisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah
  4. Ikuti komunitas bank sampah di sekitar tempat tinggal
  5. Buat kompos dari sampah dapur menggunakan ember bekas
  6. Gunakan transportasi umum atau bersepeda untuk jarak dekat
  7. Ajak teman dan keluarga untuk bergabung dalam gerakan ini
  • Niat dan komitmen untuk berubah perlahan-lahan
  • Kantong belanja kain yang bisa dilipat kecil
  • Botol minum dan tempat makan sendiri
  • Wadah untuk memisahkan sampah organik dan anorganik
  • Akses ke bank sampah terdekat
  • Komunitas atau teman yang mendukung
  • Aplikasi pendukung seperti Waste4Change

Gaya hidup berkelanjutan aman untuk semua usia. Lakukan sesuai kemampuan fisik dan kondisi keuangan. Bagi penyandang disabilitas, sesuaikan dengan kebutuhan khusus. Anak-anak disarankan didampingi orang dewasa saat mempraktikkan kegiatan tertentu.

Sama sekali tidak! Mulailah dari hal sederhana seperti bawa tas belanja sendiri atau tolak sedotan plastik. Yang penting konsisten, nanti lama-lama jadi kebiasaan.
Banyak kok yang bisa dilakukan tanpa keluar uang. Manfaatkan barang bekas, bikin kompos dari sisa makanan, atau sekadar matikan lampu yang tidak dipakai. Gaya hidup berkelanjutan justru bisa bikin hemat!
Awalnya memang perlu usaha ekstra untuk mengubah kebiasaan. Tapi begitu merasakan manfaatnya, baik untuk lingkungan maupun kantong, pasti akan ketagihan!
Ajak dengan cara menyenangkan, misalnya tantangan 'satu hari tanpa sampah' atau ajak ke bank sampah terdekat. Kadang mereka perlu melihat langsung dampaknya.
Justru di perkotaan dampaknya akan lebih terasa! Mulai dari pilah sampah, gunakan transportasi umum, atau buat urban farming di balkon apartemen.
Sangat positif! Aktivitas seperti berkebun atau berjalan kaki bisa mengurangi stres. Rasanya juga lebih tenang karena berkontribusi untuk bumi.
Bisa pakai komposter mini atau metode takakura yang tidak bau. Hasil komposnya bisa untuk tanaman hias di pot-pot kecil.
Cukup mulai dari yang esensial dulu: tas belanja kain, botol minum, kotak makan, dan sedotan stainless. Jangan langsung beli semua, nanti malah jadi sampah juga.
Pilih opsi 'tanpa alat makan plastik', pesan dalam jumlah banyak sekaligus untuk mengurangi kemasan, atau minta makanan dibungkus daun pisang seperti di warteg.
Bisa disumbangkan, dijual di aplikasi jual beli barang bekas, atau ikut komunitas barter. Di Jakarta ada banyak komunitas seperti ini.
Mulai dari tanaman yang mudah seperti kangkung atau bayam dalam pot bekas. Bisa juga coba hidroponik sederhana pakai botol bekas.
Mulai dari yang paling gampang: bawa kantong belanja sendiri. Begitu terbiasa, baru tambah kebiasaan baru seperti bawa tumbler atau sedotan stainless.

Yuk, mulai langkah kecilmu jaga bumi hari ini!